Ellen May, Koran Surya 25 Februari 2016
Setelah sekian lama penantian yang menimbulkan ketidakpastian bagi seluruh investor di seluruh dunia, akhirnya Federal Reserve atau bank sentral AS menaikkan suku bunga dari 0-0,25 persen ke 0,25-0,5 persen pada 16 Desember 2015.
Tidak hanya itu, di penghujung tahun 2015, investor juga menanti pengumuman suku bunga Bank Indonesia atau BI rate pada 17 Desember 2015 yang dipertahankan pada level 7,5 persen.
Sebenarnya, apa sih, dampak dari naik atau turunnya suku bunga? Mengapa pengumuman suku bunga sering dinanti oleh investor?
Naik dan turunnya suku bunga itu sendiri juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti inflasi, nilai tukar rupiah, defisit nerca pembayaran dan perdangan, juga capital outflow.
Jika inflasi tinggi dan perekonomian memanas, bank sentral cenderung menaikkan suku untuk mengurangi jumlah uang yang beredar. Dengan menaikkan suku bunga maka akan mendorong banyak orang untuk menyimpan uangnya di tabungan dan deposito.
Tidak hanya bunga tabungan saja yang naik, melainkan bunga kredit juga. Ketika bunga kredit naik maka hal ini akan berpengaruh pada pelaku bisnis sehingga mereka mengurangi kredit ke bank. Selain itu, beban bunga yang harus ditanggung perusahaan menjadi semakin besar dan bisa saja mengurangi laba perusahaan.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika aktivitas menaikkan suku bunga ini seringkali disambut dengan koreksi harga saham karena dianggap dapat berpengaruh pada kinerja perusahaan yang pada akhirnya juga akan berpengaruh pada turunnya harga saham.
Sebaliknya ketika inflasi rendah, perekonomian cenderung lambat, bank sentral cenderung menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan menurunkan tingkat suku bunga maka masyarakat akan lebih memilih untuk menempatkan dananya pada investasi lain yang lebih tinggi imbal hasilnya seperti pasar modal (reksadana, saham, obligasi), atau memilih investasi lainnya, termasuk memilih untuk menggunakan uangnya untuk berwirausaha.
Dengan demikian maka uang yang beredar menjadi semakin banyak dan perekonomian bisa lebih memanas. Selain itu ketika suku bunga kredit juga semakin murah, sehingga banyak orang yang mengambil kredit di bank untuk menjalankan usahanya, membeli properti, atau membeli kendaraan bermotor.
Beban kredit yang harus ditanggung oleh perusahaan pun menjadi berkurang sehingga bisa berdampak positif pada kinerja perusahaan. Ketika jumlah uang yang beredar semakin banyak, maka daya beli masyarakat semakin meningkat. Hal ini pada akhirnya berpengaruh positif pada pergerakan harga saham.
Beberapa sektor yang sangat peka terhadap perubahan suku bunga antara lain sektor perbankan dan juga sektor properti. Keitka terjadi penurunan suku bunga, kedua sektor ini cenderung langsung merespon positif. Demikian pula kenaikan suku bunga, kedua sektor ini cenderung merespon negatif.
Tidak Terpengaruh
Nah, bagaimana dengan naiknya suku bunga Amerika Serikat yang dilakukan The Fed pada 16 Desember kemarin? Tidak seperti yang diduga oleh kebanyakan orang, aksi naiknya suku bunga yang dilakukan oleh The Fed ini ternyata tidak memberikan dampak yang cukup besar dalam pergerakan harga saham maupun foreign exchange.
Bahkan harga saham cenderung menguat setelah The Fed menaikkan suku bunga setelah hitungan dekade ini. Mengapa bisa demikian?
Hal ini terjadi karena isu naiknya suku bunga sudah terjadi dalam rentang waktu yang cukup lama sehingga investor cenderung sudah siap. Berita kenaikan suku bunga ini cenderung terdiskon di pasar. Selain itu, The Fed menyampaikan kenaikan suku bunga ini dengan bumbu, yaitu membaiknya perekonomian AS, dan masih akan terus membaik.
Nah, demikian ulasan tentang suku bunga serta pengaruhnya terhadap harga saham. Semoga mencerahkan. Salam profit.
Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
BalasHapusNama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut