Jumat, 26 Februari 2016

Sopir-Sopir Miliader

Koran Surya, 14 Januari 2016
Ellen May

Siapa sangka, profesi sopir yang seringkali dipandang sebelah mata, justru membuat beberapa sopir menjadi miliarder. Siapa saja mereka?

Ada dua orang sopir yang menjadi sangat kaya raya. Mereka cerdik memanfaatkan bosnya yang kaya raya. Adalah sopir Xu Chaihou, seorang petinggi militer di China. Sopir dan juga sekretarisnya sangat kaya raya. Dari mana kekayaan mereka? Kedua orang itu kaya raya karena kedekatan dengan bos mereka.

Sopir kedua yang menjadi kaya karena kedekatan dengan bosnya adalah sopir Li Ka Shing. Li Ka Shing sempat terkejut, karena ketika ia hendak memberikan hadiah uang pensiun sebesar 2 juta dollar HK atau sekitar 3,56 milyar rupiah, sopirnya menolak, karena ia sudah punya simpanan sebesari 20 juta dollar HK, atau sekitar 35,6 milyar rupiah, dan sang sopir sangat berterima kasih kepada Li Ka Shing.

Apa perbedaan kedua sopir tersebut? Sopir Xu Chaihou kaya karena bosnya melakukan korupsi, sopir dan sekretaris tersebut mendapat bagian uang tutup mulut. Setiap uang suap yang masuk, sopir dan sekretaris Xu mendapatkan bagian. Jadi ketika Xu tertangkap, sopir dan sekretarisnya juga turut mendekam di penjara.

Berbeda dengan sopir LI Ka Shing, ia menjadi kaya karena menguping bosnya. Ia mendengar semua pembicaraan Li di telepon dan ketika ia bertemu dengan mitra bisnisnya, ia mengikuti semua langkah-langkah investasi Li Ka Shing. Ketika Li membeli saham, sopirnya juga ikut membeli sebagian kecil. Keberhasilan Li bagaikan virus yang menular ke sopirnya. Sopir Li Ka Shing menuai buahnya ketika puluhan tahun berinvestasi.

Pelajaran yang dapat kita ambil adalah kita bisa berhasil bukan karena kepintaran kita, tapi kepada siapa kita berguru, yaitu pada yang sudah berhasil.

Pelajaran kedua, pasar saham bukanlah sekadar tempat orang berspekulasi. Beberapa orang berhasil trading saham alias berdagang saham, tapi beberapa orang tidak berhasil karena tidak bisa disiplin. Jadi malah berspekulasi. Setelah berspekulasi dengan frekuensi transaksi tinggi dan modal besar, akhirnya banyak yang kapok dan sakit hati terhadap saham.

Tipe Pemula
Banyak yang bertanya, apa yang harus diperhatikan investor pemula? Seorang pemula yang mulai mencicipi saham tidak seharusnya langsung menggunakan modal besar atau bertransaksi frekuensi tinggi.

Beberapa orang, termasuk saya, mempelajari strategi trading dan bisa profil konsisten dalam trading. Namun, tidak semua orang bisa tekun berlatih dengan sabar dan disiplin dalam belajar strategi trading. Jika ingin mencoba trading, sebaiknya coba dengan modal kecil dulu dan pelajari strategi analisis teknikal, money management, dan pengendalian emosi.

Jika anda pemula, mula dengan modal kecil, coba berinvestasi saham dalam rentang waktu setahun dengan metode menabung saham, mengikuti program Yuk Nabung Saham dari BEI baru-baru ini.

Dengan demikian, umur investor dalam berinvestasi saham lebih panjang. Juga bisa merasakan buahnya, bukan investor yang datang karena euforia dan kemudian pergi karena rugi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar