Tampilkan postingan dengan label modal usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modal usaha. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Februari 2016

Kredit Waralaba

Koran Surya, 26 Januari 2016
Khomarul Hidayat

Ingin memulai usaha tanpa harus susah payah mencari pasar dan membangun bisnis dari nol? Keinginan itu bisa terwujud dengan sistem waralaba.

Dalam sistem waralaba, anda cukup membayar fee ke pemilik waralaba. Sebagai imbalan, anda berhak menggunakan nama, sistem kerja, dan menawarkan produk dari pewaralaba.

Namun sistem waralaba tidak menghilangkan kendala modal pebisnis baru. Mereka yang tidak punya cukup dana tentu tidak bisa menikmati berbisnis dengan sistem waralaba. Nah, kini kendala modal itu tak ada lagi. Setelah usaha waralaba mengalami booming, banyak bank menawarkan kredit untuk waralaba.

Bahkan, ada bank yang memiliki produk khusus berupa kredit untuk waralaba. Misalnya BRI yang memiliki produk kredit waralaba. Pun, Bank Woori Saudara juga punya penawaran kredit serupa.

Bank lain juga membuka pintu meski tidak spesifik memiliki produk kredit waralaba. Namun, mereka memasukkan kredit waralaba itu dalam kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Untuk mendapat kredit waralaba ini, persyaratan yang harus dipenuhi debitur tak terlalu rumit dan layaknya kredit untuk usaha lain. Skema kredit waralaba BRI, misalnya tak jauh beda dengan skema kredit dengan UMKM. Meski begitu bank ini tetap meminta masukan dari asosiasi waralaba tentang kelayakan usaha calon debiturnya.

Persyaratan lain yang biasa diminta dari bank terwaralaba adalah surat ijin usaha dan surat perjanjian dengan pewaralaba. Persyaratan lain biasanya sama saja seperti persyaratan kredit biasa.

Bank umumnya juga menganggap terwaralaba yang baru memulai usaha sebagai pemain baru. Karena bank menganggap ada pewaralaba yang akan melatih terwaralaba.

Yang patut dicatat, kredit waralaba ini tidak hanya tersedia untuk usaha terwaralaba. Bank juga menyediakan kredit untuk pewaralaba. Bank Woori Saudara contohnya. Bank ini memiliki produk kredit untuk pewaralaba. Kredit ini bisa digunakan pewaralaba untuk dua tujuan. Satu untuk melakukan ekspansi usaha, seperti membuka cabang baru sendiri. Dua untuk disalurkan lagi ke calon terwaralaba.

Bank-bank juga menyediakan kredit langsung untuk calon terwaralaba. Jika terwaralaba ingin memulai usaha atau menambah cabang baru, bisa mencari pinjaman ke bank. Umumnya kredit untuk waralaba memiliki jangka waktu yang berkisar dua tahun hingga lima tahun.

Modal dan Pinjaman

Koran Surya, 4 Januari 2016
Eko P. Pratomo

Untuk memulai usaha memang sering diperlukan modal berupa dana segar untuk investasi awal pembelian aset atau modal kerja pembelian bahan baku dan biaya operasional usaha.

Adanya kemitraan, memungkinkan seseorang tidak selalu harus memiliki modal uang untuk memulai usaha.

Ketika modal dalam bentuk dana segar yang dibutuhkan tidak bisa dipenuhi seluruhnya dari dana yang dimiliki sendiri, pemilik usaha memiliki alternatif pilihan: mengundang mitra baru yang akan menjadi sesama pemegang saham dengan berbagi kepemilikan (saham) atau mencari pendanaan baru berupa pinjaman.

Untuk usaha baru dan masih memiliki risiko yang cukup besar, opsi untuk memperoleh dana segar adalah dengan mengundang atau mencari mitra sebagai investor lebih diutamakan daripada mencari pendanaan dari berhutang. Memang adanya investor baru akan mengharuskan para pemilik berbagi keuntungan, namun sekaligus akan berbagi risiko.

Jika pemilik usaha dengan berbagai analisis merasa probabilitas bisnis untuk sukses lebih besar daripada risikonya, mengambil opsi pendanaan dari berhutang mungkin lebih baik. Sebab, keuntungan setelah membayar biaya bunga atas pinjaman akan menjadi miliknya, tanpa perlu berbagi dengan mitra usaha.

Pilihan untuk mencari mitra atau pinjaman tidak selalu harus dengan pertimbangan di atas. Persyaratana seperti agunan serta umur usaha yang diminta pemberi pinjaman, kadang tidak bisa dipenuhi oleh pemilik usaha yang baru akan menjalankan usahanya. Sehingga opsi ini sulit untuk dipilih.

Tapi bagi usaha mikro dengan skala tertentu tersedia fasilitas pinjaman dari program pemerintah melalui bank. Misalnya yang memberikan kemudahan bagi pengusaha mikro.

Yang patut diingat, opsi pinjaman selain modal sendiri menimbulkan suatu komposisi sumber dana bagi usaha yang sering disebut rasio hutang terhadap ekuitas. Rasio ini akan memberikan gambaran besar kecilnya risiko finansial bagi suatu usaha.